BERPIKIRLAH MASALAH CIPTAAN ALLAH, JANGAN MEMIKIRKAN DZAT ALLAH

Oleh : Dr. Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba’agil, SH, M.Kn

(Tuban, 30 September 2021 || Ngaji Rutin Malam Jum’at Kliwon || Pondok Pesantren Hidayatus Salaam)

Ciptaan Allah pertama kali adalah Nur nya nabi Muhammad SAW. Alam semesta ini ada karena pancaran dan berkah daripada Nur nya nabi Muhammad SAW.

Diceritakan di dalam kitab Wa Huwa bi al Ufuq al A’la karya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki menceritakan Isra mi’raj nabi Muhammad SAW.

Kanjeng Nabi didatangi Malaikat Jibril dengan wujud aslinya. Dalam kitab Aqidatul Awam dijelaskan bahwa malaikat Jibril itu memiliki ribuan sayap. Ini malaikat Jibril.

Dibawah malaikat Jibril, ada malaikat Izrail. Dalam kitab Tafsir al Baghowi, menjelaskan besarnya malaikat Izrail, diibaratkan jikalau lautan sedunia itu ditumpahkan ke kepala malaikat Izrail, maka tidak akan membasahi satu helai rambut yang tumbuh di kepala malaikat Izrail. Darisini kita tidak bisa mengukur bagaimana ciptaan Allah bisa seperti itu.

Maka dari itu, di dawuhkan dalam kitab Jauhar Luluyah. Imam Suyuthi mengutip hadis Rasulullah SAW

تفكروا في خلق الله ولا تتفكروا في الله

Berpikirlah masalah ciptaan Allah, jangan pikirkan Allah SWT. Karena tidak akan sampai nalar kita. Dan ciptaan Allah paling agung adalah nabi besar Muhammad SAW.

Pertama kali Rasulullah SAW bertemu dengan Malaikat Jibril diusianya yang masih balita, Dibelah dada Rasulullah SAW. Pertama kali ada riwayat yang mengatakan 4x belahan dada Rasulullah SAW, dan ada juga yang mengatakan 40x belahan dada Rasulullah SAW. (Khilafiyah)

Kemudian pada saat itu Rasulullah bertanya kepada malaikat Jibril “Ya jibril, berapa umur njenengan?”

Malaikat Jibril menjawab “Saya lupa ya Rasulullah, namun ada satu yang saya ingat bahwasanya dulu pertama kali saya diciptakan oleh Allah SWT itu saya melihat ada cahaya yang lebih indah daripada surga, lebih indah daripada Jannatul Firdaus. Dan ketika saya melihat, itu munculnya setiap 700 ribu tahun sekali. La saya melihat itu, sudah hampir 700 ribu tahun.”

Bayangkan berapa umur malaikat Jibril. Sudah tidak akan sampai nalar kita untuk melihat atau memikirkan dzat Allah SWT.

Maka dari itu, ketika kita membaca maulid Ini membayangkan bagaimana wujudnya Rasulullah SAW, keindahan nabi Muhammad SAW, yang dituangkan dalam maulid Simtud Durrar.

Penulis : Kang Mued

HISSAM CREW
Media Center PP. Hidayatus Salaam

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 | kangsiroj