MASIH TENTANG KEUTAMAAN BULAN SYABAN

Oleh : Ustadz Imam Fathur Rozaq

(Tuban, 29 Maret 2021 || Majlis Dzikir, Sholawat, & Ta’lim Genk Syabab)

Di dalam salah satu Kitab diterangkan, Terdapat hamba Allah yang namanya Muhammad bin Abdillah az Zahidi. Semasa hidupnya beliau mempunyai teman yang bernama Abu Hafz al Kabiri. Dan diantara mereka yang meninggal duluan adalah Abu Hafz al Kabiri.

Seperti biasa, umat islam ketika ada saudaranya yang meninggal maka di sholati. Ketika semua proses pensholatan Abu Hafz ini selesai, semua pada pulang kerumah masing-masing, tidak ada yang mau menunggui disana.

Pada akhirnya Syekh Muhammad bin Abdillah az Zahidi ini hari pertama beliau ikut di kuburnya. Dan 8 bulan berlalu, beliau tidak pernah berziarah ke kuburnya abu Hafz lagi. hingga suatu hari tiba, Syekh Muhammad bin Abdillah az Zahidi ini timbul kretek dari hati keinginan untuk berziarah ke makam abu Hafz.

Setelah berziarah, Syekh Muhammad bin Abdillah az Zahidi yang merupakan seorang yang sholeh, ahli ibadah. malamnya beliau bermimpi. Di dalam mimpinya syekh Muhammad ini bertemu dengan abu hafz yang wajahnya pucat (jelek), padahal ketika hidup wajah abu Hafz ini sangat tampan. Di dalam mimpi tersebut kemudian syekh Muhammad bin Abdillah az Zahidi mengucap salam kepada abu Hafz “Assalamualaika ya Akhi”.

Abu Hafz diam, tidak menjawab salamnya sama sekali.

Kemudian syekh Muhammad bertanya “kenapa kamu tidak menjawab salamku, apa kamu tidak tau kalau jawab salam itu ibadah?”

Kemudian diperlihatkan di dalam mimpi tersebut “ketika abu Hafz dimasukkan kubur, datanglah malaikat Allah berdiri di dekat kepalanya. Dan malaikat Allah tadi mengatakan “Hai orang tua yang berwajah jelek. Ini lo dosa-dosamu, perlakuan jelekmu”.

Yang kemudian setelah itu Abu Hafz ini dipukuli, disiksa sampai badannya terbakar.

Tanahnya pun ikut berbicara “Wahai abu Hafz, apakah kamu tidak malu kepada Allah. Sering maksiat, sering berperilaku tidak baik.”

Setelah mengatakan hal itu, tanah kubur ini menjepit badannya abu Hafz, sampai kulitnya melupas, tulang-tulangnya retak semua. Akan tetapi ketika siksa tersebut sampai ke bulan syaban, siksa tersebut diberhentikan oleh Allah SWT. Ada suara yang memanggil dari atas, suara-suara yang diperintahkan oleh Allah SWT. Yang berbunyi “Hai malaikat, jangan siksa lagi Abu Hafz ini”.

Kemudian malaikat bertanya “la kenapa wahai Allah?”

Allah pun menjawab “Karena waktu bulan syaban, Abu Hafz ini pernah menyemarakkan bulan syaban. Semasa hidupnya dia pernah memulyakan bulan syaban meskipun hanya sekali. dipakai untuk beribadah, berdzikir, baca Al Qur’an, dan ibadah-ibadah yang Lainnya”.

HISSAM CREW
Media Center PP. Hidayatus Salaam

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 | kangsiroj