TIGA PERKARA YANG MENJADIKAN ILMU KAMU BERMANFAAT

Oleh : Habib Alwi bin Achmad Assegaf

(Tuban, 8 April 2021 || Ngaji Rutin Malam Jum’at Kliwon)

Di dalam kitab Nasoihul Ibad diterangkan, Ada seorang daripada bani israil yang belajar nyantri, mencari ilmu sampai berhasil menyelesaikan mengkhatamkan kitab-kitab, yang mana seumpama dikumpulkan kitab tersebut sampai 80 peti. Namun, ilmu yang dipelajari, kitab sebanyak itu yang diselesaikan, akan tapi ilmunya tidak bermanfaat.

Kemudian Allah memberi wahyu kepada nabi “katakan kepada orang yang telah menyelesaikan kitab sebanyak itu bahwa seandainya engkau belajar, kumpulkan kitab lebih dari itu, maka kamu tidak akan mendapatkan manfaat dari ilmu tersebut, kecuali kamu mengamalkan 3 perkara :

1. Janganlah cinta kepada dunia, karena dunia bukan tempat tinggal, bukan rumah daripada orang yang beriman. Dunia ini bukan tempat kamu tinggal, melainkan hanya numpang lewat, tempat tinggal kita asli yaitu nanti ketika di akhirat. Semua yang ada di dunia akan kita tinggal, yang kita bawa hanyalah amal.

2. Jangan berteman dengan setan, sebab setan itu bukan teman daripada orang yang beriman.

Ada sebuah kisah yang menceritakan bahwa terdapat seorang yang istiqomah solat jamaah di masjid, tiba-tiba hujan deras, dan jalanan pun becek. Kemudian orang itu berpikiran bahwa itu sudah darurat dan bisa melakukan solat dirumah, namun akhirnya dipaksa hatinya harus sholat jamah di masjid.

ketika orang ini berjalan, dijalan terpeleset dan akhirnya jatuh, bajunya kotor semua. Kemudian orang tersebut pulang dan ganti baju, lalu berangkat lagi.

Dan ketika dijalan terperleset lagi. kemudian pulang ganti baju, dan berangkat lagi, hingga dekat di masjid kemudian terpeleset lagi, akan tetapi dibantu seorang, yang akhirnya tidak jadi jatuh.

Kemudian orang itu tanya kepada sipenolong “kamu siapa?”.

Dan dijawablah “aku setan, Sesungguhnya ketika kamu jatuh pertama dan semangat lagi untuk pergi ke masjid itu dosamu terampuni oleh Allah. Lalu, ketika kamu jatuh kedua, dan semangat untuk pergi ke masjid lagi, itu dosa keluargamu terampuni oleh Allah. Lah terus jika yang ketiga kamu tidak saya tolong, dan akhirnya kamu jatuh,dan semangat lagi untuk tetap berangkat ke masjid. Maka, jatuh yang ketiga ini bisa menjadikan dosa orang satu kampungmu terampuni oleh Allah. Jika orang sekampung dosanya terampuni gara-gara kamu seorang, apakah perjuanganku menggoda mereka percuma? Maka dari itu aku menolong kamu”.

Itulah setan, apapun yang dilakukan, tetap bertujuan untuk salah, bukan kebenaran. Maka dari itu, jangan sampai berteman dengan setan.

3. Jangan mengganggu, menyakiti siapapun juga. Sebab sifat yang mengganggu orang, bukan sifat orang yang beriman. Kanjeng nabi mengajarkan, jangankan makhluk hidup, benda mati pun kita tidak boleh mencelanya atau mencacatnya.

Dan pesan yang terakhir, suatu ketika nabi berkumpul dengan para sahabat. Dan dawuh “akan masuk masjid ini, orang yang akan masuk surga.

Kemudian ternyata orang yang masuk masjid tersebut adalah orang yang sangat sederhana, biasa-biasa saja, sampai 3x berturut-turut.

Dan ternyata orang ini mempunyai amalan ketika sebelum dia tidur, dia berdoa “siapapun orang yang mengganggu aku, dalam bentuk apapun, saya maafkan”.

Hati yang seperti itulah yang bisa jadikan orang masuk surga.

HISSAM CREW
Media Center PP. Hidayatus Salaam

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 | kangsiroj